Lemak (dietary fat), seperti disebutkan dalam McKinley Health Center, diperlukan untuk mengangkut vitamin A, D, E dan K dalam tubuh; memproduksi hormon; membentuk kulit yang sehat; melindungi organ tubuh; dan sebagai sumber energi. Lemak juga berfungsi dalam memperbaiki flavor dan tekstur makanan, sehingga citarasanya menjadi semakin lezat.
Yang perlu diatur demi menghindari ancaman bahaya lemak adalah kadar asupan lemak. Diet (makanan yang dikonsumsi) yang sehat, 20-30% kalorinya berasal dari lemak. Berarti, seorang wanita dewasa harus mengonsumsi 40-75 gram lemak per hari. Sedang seorang pria dewasa seharinya memerlukan 45-85 gram lemak.

Kiat Mengonsumsi Makanan Berlemak
· Pastikan kehalalan produk berlemak, yang ditandai adanya nomor seri MD dan label halal pada kemasannya, mengingat betapa rawannya lemak
· Pilihlah daging yang mengandung sedikit lemak seperti ikan, dada
daging ayam, sirloin beef
· Jika Mengonsumsi keju, margarin, spread dan salad dressing, pilihlah yang reduced-fat (kadar lemaknya diturunkan), atau jangan banyak Mengonsumsi bahan-bahan berlemak seperti ini
· Pilihlah lemak yang lebih banyak mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh ganda, dan mengandung lebih rendah asam lemak jenuh
· Jika makan paket menu fast food, ambil saladnya. Lengkapi juga dengan buah segar, jangan yang sudah berbentuk jus
· Banyak makan buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan, seperti gado-gado, pecel, termasuk lasagna, atau makaroni yang dilengkapi dengan sayur. Sayur mengandung vitamin, serat serta zat besi yang lebih lengkap daripada buah.

Keunggulan Sayuran
Sayur mayur membuat awet muda sekaligus mencegah terjadinya penuaan dini. Selain itu, sayuran juga merupakan gudang antioksidan dan serat pangan. Semua zat tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.
Vitamin yang banyak terdapat pada sayuran, vitamin C dan B kompleks. Beberapa sayuran juga merupakan sumber bagi vitamin A, D, dan E. Karotenoid (prekursor vitamin A) serta vitamin C dan E merupakan antioksidan alami yang sangat berguna untuk melawan serangan radikal bebas, penyebab penuaan dini, dan berbagai penyakit kanker. Mineral yang banyak terdapat pada sayuran adalah zat besi, seng, mangan, kalsium, dan fosfor.
Dibanding sumber serat lain, sayuran merupakan sumber yang paling baik dan utama. Kandungan serat pada sayuran sangat bermanfaat dalam pencegahan berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker usus besar, aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), penyakit jantung, kencing manis, batu empedu, dan lain-lain.

Bisa Tidak Thayib
Pencucian sayur yang tidak sempurna juga berbahaya. Berbagai penelitian menunjukkan adanya beberapa zat kimia dalam pestisida yang tidak hilang akibat pencucian, apalagi kalau tidak dilakukan dengan teknik yang benar.
Kualitas air pencuci pun perlu diperhatikan. Karena sayuran karedok dicuci dengan air mentah, apalagi yang tidak bersih, maka sering tercemar berbagai kontaminan, terutama bakteri penyebab penyakit infeksi. Seperti penyakit tifus oleh bakteri Salmonella typhi, disentri oleh Shigella dysentriae, kolera oleh Vibrio colerae dan tuberkulosis oleh Mycobacterium.
Untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian sebagai media tempat tumbuh sayuran, petani sering menggunakan pupuk organik berupa humus atau kotoran ternak (bahkan sering tercampur kotoran manusia). Contoh bakteri patogen yang berasal dari tinja adalah Eschericia coli yang dapat menyebabkan diare, Salmonella typhi dan Salmonella paratypi penyebab demam tifus. Salmonella juga dapat menyebabkan gangguan perut dengan gejala berak-berak, sakit kepala, muntah-muntah, dan demam yang berlangsung selama 1-7 hari.
Beberapa jenis bahan pangan mentah mengandung senyawa beracun alami, misalnya saponin pada kedelai, kacang tanah, bayam, dan asparagus; goitrogen (penyebab gondok) pada kol dan lobak; asam sianida pada daun singkong; solanin pada kentang; dan lain-lain.

Sayur Pantangan
· Untuk Anda yang menderita sakit lambung (maag), jangan makan nanas karena terlalu banyak mengandung serat. Begitu juga kangkung, daun singkong, kol, brokoli.
· Penderita sakit hati (hepatitis), sebaiknya menghindari acar, asinan, rujak serut. Juga kol dan sawi dalam sup atau capcay, karena dapat menimbulkan gas.
· Untuk pengidap sakit ginjal, batasi makan kapri dan brokoli dalam cap cay atau sup, karena banyak mengandung kalium.
· Asam urat tinggi, mesti menghindari hidangan dari bahan berkadar purin lumayan tinggi, seperti sayuran polong (buncis, kacang panjang), kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah), kol dan kembang kol, asparagus.
· Sedangkan pengidap kanker/tumor, jangan banyak makan tauge, sawi putih, kangkung, cabe, seledri, durian, nangka, nanas, pisang ambon.

Serat Buah-Buahan
Sama seperti sayur mayur, buah-buahan juga penting bagi tubuh. Selain vitamin, kedua jenis pangan ini mensuplai serat (selulose) yang diperlukan tubuh.
Untuk mendapatkan serat buah yang optimal, silakan ikuti tips berikut ini:
• Jangan biasakan mengupas buah-buahan yang bisa dimakan kulitnya seperti apel, pir, anggur, sawo, dan lain-lain. Sebab, justru kandungan seratnya ada pada kulit buah. Cucilah saja untuk menghilangkan kotoran atau residu pestisida yang mungkin menempel padanya.
• Jangan segan menghabiskan kentang panggang alias baked potatoes berikut kulitnya. Karena kulit kentang termasuk sumber serat yang tinggi.
• Buah-buahan yang dikeringkan juga merupakan sumber serat yang baik. Misalnya, kurma, kismis, apricot, prune.
• Kekurangan atau pun kelebihan serat sama-sama merugikan kesehatan. Karena itu, konsumsilah makanan berserat secara seimbang.

Jus Buah
Secara alami, buah-buahan segar mengandung alkohol berkadar rendah. Walau demikian tetap halal dikonsumsi, sepanjang belum mengalami perlakuan khusus seperti pemeraman (fermentasi) pada jangka waktu tertentu.
Rasulullah SAW berkata, ‘’Silakan membuat minuman anggur. Tapi ingat, setiap yang memabukkan itu haram’’ (hadits tercantum dalam kitab Fiqih Sunah karangan Sayyid Sabiq).
Anggur segar misalnya, mengandung alkohol alamiah sebanyak 0.52 mg/kg. Sedangkan dalam bentuk jus segar, kadar alkoholnya mencapai 263 mg/kg.
Sampai batas waktu tertentu, kandungan alkohol dalam jus anggur masih dianggap alamiah. Tapi bila melebihi batas waktu tersebut, yang artinya ada perlakuan (treatment) berupa pemeraman atau fermentasi, jus anggur akan menjadi ‘’keras’’ (narkosis). Kandungan alkohol yang tinggi merupakan salah satu indikasi kekerasannya. Dalam kondisi demikian jus anggur sudah berubah menjadi khamar.
Berapa batas waktunya?
Rasulullah Saw mengatakan, ‘’Minumlah jus selagi ia belum keras.’’ Sahabat-sahabat bertanya, ‘’Berapa lama ia menjadi keras?’’ ‘’Dalam tiga hari,’’ jawab Nabi, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar.

Related Post

Leave us a reply

*

*

3 × three =