Lebih dari 900 warga Palestina telah terluka dan 3 warga Palestina meninggal dunia akibat tindakan keras pasukan Israel dalam 10 hari terakhir di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Rumah sakit di Palestina yang sudah kewalahan menampung pasien, khawatir akan terus kebanjiran pasien korban luka dan jiwa jika ketegangan terus terjadi di kompleks situs suci di Yerusalem Timur tersebut.

Menurut pihak rumah sakit, sebagian besar korban luka ditimbulkan oleh peluru pasukan Israel. Kelompok hak asasi manusia internasional mengutuk penggunaan peluru oleh pasukan Israel.

Muhamad Ismeal, 39, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Al Maqassid di Yerusalem Timur, diduga ditembak pasukan Israel dengan granat setrum di kepala. Hal itu membuatnya hilang ingatan.

”Dia tidak cacat, tapi sekarang lihat dia, dia tidak bisa mengenali siapapun, sepertinya dia kehilangan ingatannya,” kata Muataz Ismeal, saudara pasien, kepada <em>Al Jazeera</em>, Senin (24/7/2017).

Para pemrotes meneriakkan slogan-slogan yang menegaskan desakan untuk menggelar aksi protes besar guna menghapus detektor logam ke dalam kompleks suci. Mereka juga menuntut agar Israel mencabut tindakan rasis dan praktik mereka di tempat suci umat Islam tersebut.

Sampai berita ini diturunkan (27/7) Aksi Bela Al-Aqsha oleh  Muslim Palestina Tetap Bertahan

Kepedulian Anda terhadap Palestina,untuk kuatkan saudara-saudara kita di Palestina

Dengan berdonasi melalui rekening Solidaritas
Palestina via LAZIS Dewan Da’wah

BNI Syariah – 0184 462 114
a.n. Lazis Dewan Da’wah

Klik Donasi via website di:
http://lazisdewandakwah.co/program/solidaritas-dunia-islam/

 

Related Post

Leave us a reply

*

*

one + 5 =