Warga Palestina lagi-lagi harus meregang nyawa di tangan Israel. Ketiga warga Palestina itu adalah Mohammed Ahmad Jabarin (29th), Mohammad Hamed Jabarin (19th), dan Mohammad Ahmad Jabrin, (19th) yang berasal dari kota Ummul Fahm. Pemuda-pemuda tersebut diduga menjadi dalang terbunuhnya dua polisi Israel. Warga Palestina juga dianggap melakukan serangan secara terbuka kepada Israel di Gerbang Lions, Yerussalem.

Adanya ancaman itu membuat Israel menjaga ketat Al-Quds dan menutup Masjid Al-Aqsha untuk umum. Lebih dari itu, penutupan Masjid Al-Aqsha tetap dilakukan meskipun menjelang dilaksanakannya sholat Jumat pada 14 Juli 2017. Penutupan Masjid Al-Aqsha sudah terhitung genap 3 hari lamanya. Muti Yughof dari Rumah Yahudi bahkan menyerukan untuk menutup Mesjid Al Aqsa selama-lamanya.

Israel menyatakan insiden ini terjadi karena para pemimpin Palestina telah menghasut para warga sehingga memicu serangan tersebut. Namun, para pemimpin Palestina justru menyatakan sebaliknya bahwa serangan itu muncul karena frustasi yang amat mendalam akibat pendudukan Israel di wilayah milik Palestina dalam beberapa dasawarasa ini.
Dalam menyikapi insiden tersebut, pada 14-15 Juli 2017 di Istanbul Turki, Ulama Internasional langsung mengadakan Muktamar dengan membahas masalah antara Israel dan Palestina dan menghasilkan beberapa hal penting yang menyangkut kemaslahatan keduanya, khususnya warga muslim Palestina yang sudah begitu lama dijajah Israel.

Diantaranya;

1. Saat ini adalah konidisi terburuk sepanjang sejarah Masjid Al Aqsha

2. Sudah 50 tahun, Al Aqsha dijajah Israel. Penistaan demi penistaan dilakukan Israel terhadap Masjid Suci Umat Islam.

3. Jumat, 12 Juli 2017 pertama kali dalam sejarah penjajahan Israel, Masjid Al-Aqsha ditutup total untuk kaum Muslimin untuk melakukan shalat Jumat dan shalat yg lain.

4. Menyikapi hal tersebut, Muktamar ulama internasional menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan Aksi “Jumatu Al-Ghadab”, pada hari Jumat mendatang di negara masing-masing, sebagai bentuk penentangan terhadap kejahatan Israel.

5. Menyerukan kepada seluruh khatib dan imam masjid, untuk menyampaikan khutbahnya pada hari jumat tersebut, tentang kejahatan Israel terhadap tempat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Dan kewajiban membela masjid suci tersebut secara maksimal dengan berbagai potensi yang dimiliki.

6. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Muslim untuk terus menginformasikan penistaan Israel terhadap kiblat pertama umat Islam, di berbagai media cetak, elektronik, dan sosial media.

 

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Related Post

Leave us a reply

*

*

14 − 1 =