Sirloin: berasal dari bagian belakang sapi yang agak lebih keras dibandingkan daging bagian lain. Bisa dipotong lebih besar daripada bagian lainnya yang lebih lembut. Harganya lebih murah dibandingkan daging steak lainnya.
• Tenderloin/filet mignon: berasal dari loin yang berada di depan sirloin dan di belakang tulang rusuk (rib). Merupakan bagian paling lembut. Berbentuk memanjang seperti ular dan untuk steak biasanya dipotong secara diagonal.
• Top loin/Striploin: Daging sapi yang membungkus bagian tenderloin. Lebih lembut daripada sirloin, tetapi lebih keras daripada tenderloin.
• T-Bone: Bagian ini sesuai namanya memiliki tulang yang berbentuk T yang dikelilingi oleh daging pada kedua sisinya. Pada sisi yang memiliki daging lebih sedikit adalah daging tenderloin dan di sisi lainnya yang memiliki daging lebih banyak adalah striploin.
• Porterhouse: sama dengan T-Bone, hanya saja memiliki daging tenderloin lebih banyak.
• Rib/tulang rusuk: daging yang berasal dari daging di sekitar tulang rusuk. Steak rib disajikan bersama tulang rusuk. Jika tidak disajikan bersama tulang rusuk, maka namanya menjadi rib eye steak.
Cara memasak
• Well done: Steak yang dimasak well done tidak memiliki warna merah. Biasanya para penggemar steak tidak menginginkan steaknya dimasak well done. Suhu daging steak ketika selesai dimasak adalah sekitar 80 derajat Celcius. Steak yang dimasak pada kondisi ini lebih keras daripada medium atau rare karena kandungan air di dalam steak akan lebih banyak menguap.
• Medium: Steak medium adalah cara memasak antara rare dan well done. Bagian tengah masih berwarna merah dan sisinya berwarna merah muda. Suhu daging ketika selesai dimasak adalah sekitar 70 derajat Celcius
• Rare: Steak rare sebagian besar masih berwarna merah. Suhu daging ketika selesai dimasak adalah sekitar 60 derajat Celcius.

Related Post

Leave us a reply

*

*

5 + 14 =